Uji Instrumen Penelitian

Ditulis Februari 3, 2014 oleh validconsulting
Kategori: Uncategorized

Tags: , , , , , , , ,

Bagi para peneliti kuantitatif pertama-tama harus berpikir bagaimana cara memperoleh data seakurat mungkin dari subjek penelitian sehingga data-data itu dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu membawa konsekuensii bahwa instrument yang digunakan untuk menjaring, mengungkap, menyadap, mengukur dan lain-lain yang sejenis harus dapat dipertanggungjawabkan. Artinya instrument tersebut haruslah memiliki kualifikasi tertentu yang memenuhi persyaratan ilmiah. Untuk instrument-instrumen seperti berbagai alat tes keberhasilan belajar, misalnya yang berkaitan dengan ranah kognitif dan pertanyaan-pertanyaan untuk angket, misalnya yang berhubungan dengan masalah afeksi, nilai-nilai dan kecenderungan-kecenderungan, persyaratan kualifikasi itu paling tidak meliputi aspek validitas dan reliabilitas butir-butir pertanyaan.

A.    Validitas

Validitas (validity, kesahihan) berkaitan dengan permasalahan “apakah instrument yang dimaksudkan untuk mengukur sesuatu itu memang dapat mengukur secara tepat sesuatu yang akan diukur tersebut?” Secara singkat dapat dikatakan bahwa validitas alat penelitian mempersoalkan apakah alat itu dapat mengukur apa yang akan diukur.

Ada sejumlah cara untuk mempertimbangkan kadar validitas sebuah instrument yang secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua kategori. Kategori pertama adalah validitas yang pertimbangannya lewat analisis rasional, sedang kategori kedua berdasarkan analisis data empiric. Janis validitas yang termasuk dalam kategori pertama adalah validitas isi dan validitas konstruk, sedang jenis validitas yang tergolong kategori kedua adalah validitas sejalan, validitas criteria dan validitas ramalan.

Validitas isi (content validity) adalah validitas yang mempertanyakan bagaimana kesesuaian antara instrument dengan tujuan dan deskripsi bahan yang diajarkan atau deskripsi masalah yang akan diteliti. Untuk mengetahui kesesuaian kedua hal itu, penyusunan instrument haruslah mendasarkan diri pada kisi-kisi yang sengaja disiapkan untuk tujuan itu. Sebelum kisi-kisi dijadikan pedoman penyusunan butir-butir soal instrument, terlebih dahulu harus telah ditelaah dan dinyatakan baik. Setelah butir-butir pertanyaan disusun, mereka juga harus ditelaah dengan mempergunakan criteria tertentu disamping disesuaikan dengan kisi-kisi. Penelaah harus dilakukan oleh orang yang berkompeten di bidang yang bersangkutan, atau biasa dikenal dengan istilah expert judgment.

Validitas konstruk (construct validity) mempertanyakan apakah butir-butir pertanyaan dalam instrument itu telah sesuai dengan konsep keilmuan yang bersangkutan. Sebagaimana halnya dalam validitas isi, butir-butir pertanyaan juga perlu ditelaah oleh orang yang ahli di bidang yang bersangkutan. Dengan kata lain uji validitas konstruk dilakukan dengan cara expert judgment.

Jenis validitas kedua yang bersifat empiric memerlukan data-data di lapangan dari hasil uji coba yang berwujud data kuantitatif. Validitas sejalan (concuren validity) mempertanyakan apakah kemampuan dan atau karakteristik subjek penelitian dalam suat bidang sesuai dengan kemampuan dan atau karakteristiknya terhadap bidang-bidang lain yang sejenis. Misalnya, kemampuan apresiasi sastra sejalan dengan kemampuan membaca karena keduanya membutuhkan persyaratan kemampuan membaca. Untuk itu perlu dilakukan dua kali pengukuran dalam dua bidang yang sejenis tersebut kepada subjek penelitian yang sama. Hasilnya dianalisis dengan teknik korelasi product moment.

Validitas ramalan (predictive validity) mempertanyakan apakah penampilan dan atau unjuk kerja subjek penelitian yang sekarang dapat dipergunakan untuk meramalkan penampilan dan atau unjuk kerja di waktu mendatang setelah mereka menempuh pendidikan selama waktu tertentu. Misalnya apakah hasil tes masuk UMPTN dapat dipergunakan untuk meramalkan tingkat keberhasilan calon setelah mereka mejadi mahasiswa. Hal itu dapat diuji dengan mengkorelasikan antara skor masuk UMPTN dengan IP setelah mahasiswa berkuliah selama satu tahun. Jika hasilnya berkorelasi secara positif dan signifikan, alat tes UMPTN itu dapat dinyatakan valid.

B.     Reliabilitas

Reliabilias menunjuk pada pengertian sebuah instrument dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu ke waktu. Kata kunci untuk syarata kualifikasi suatu instrument pengukur adalah konsistensi, keajegan atau tidak berubah-ubah. Misalnya, alat ukur berupa penimbang berat dengan satuan gram, ons dan kilogram dapat dipergunakan secara konsisten untukmengukur satuan berat sesuatu oleh siapapun dan kapanpun. Jadi, alat ukur tersebut dinyatakan sebagai alat pengukur yang reliabel.

Sebaliknya, jika untuk mengukur satuan berate dengan dijinjing dengan tangan, misalnya dengan membandingkan anatara jinjingan pertama, kedua dan seterusnya, hasil satuan berat yang diperoleh tidak dapat dipertanggungjawabkan karena jinjingan itu sendiri tidak dapat dirasakan secara konsisten dan selisih berat yang relative kecil. Jadi, alat pengukuran berat suatu benda yang diperoleh dengan cara menjinjing tidak dapat dinyatakan reliabel. Data-data hasil penelitian yang akan diolah dengan suatu teknik statistic yang diperoleh lewat pengukuran, instrument pengukuran yang dipergunakan harus memenuhi syarat reliabilitas.

 

 

Nurgiyantoro, Burhan. Gunawan. Marzuki. 2002. Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Lowongan Pekerjaan

Ditulis Desember 31, 2013 oleh validconsulting
Kategori: Uncategorized

Tags: , ,

DIBUTUHKAN Staff Administrasi dan Asistan Lapangan dengan kualifikasi sebagai berikut:
Staff Administrasi:
1. Pendidikan min. D3
2. Menguasai Ms. Office (Word, Excell, Power Point)
3. Familiar dengan internet
4. Cekatan dan teliti
5. Memiliki SIM C
6. Jujur dan Amanah
7. Diutamakan yang menguasai SPSS dan software statistik

Asistan Lapangan:
1. Pendidikan min. SLTA/D3
2. Menguasai komputer (Ms. Office, media music & video player)
3. Familiar dengan internet
4. Cekatan dan teliti
5. Memiliki SIM C
6. Jujur

Berkas lamaran dan CV dapat dikirimkan via email ke valid.credo@gmail.com
Atau dikirim ke CV. Valid Credo Universal
Alamat: Jl. Dworowati No. 149, RT 05/RW 06, Mancasan Kidul, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, 55283

Informasi lebih lanjut, hubungi: (0274) 6574 611 atau 085 7372 14 628
Atau visit: http://validcredouniversal.com/lowongan-kerja/

Konsultasi dan Bimbingan Disertasi, Tesis & Skripsi Valid Consulting (HP: 085737214628)

Ditulis Desember 27, 2013 oleh validconsulting
Kategori: Uncategorized

Skripsi, Tesis dan Disertasi merupakan tugas akhir yang harus ditempuh untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar studi sesuai tingkatan masing-masing (Sarjana untuk S1, Master untuk S2 dan Doktor untuk S3). Beberapa orang beranggapan bahwa mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi merupakan sesuatu hal yang sulit dan berat, mengingat karya tersebut tidak boleh sama dengan karya yang sudah pernah ada. Padahal sebenarnya jika kita mengetahui lebih dalam tentang kaidah tata tulis karya ilmiah, mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi bisa jadi sesuatu yang menyenangkan.

 

Layaknya suatu karya ilmiah, ada aturan atau tata tulis yang harus dicermati. Banyak orang beranggapan bahwa dalam menyusun skripsi, tesis atau disertasi tidak diperbolehkan mengutip atau mengcopy dari karya ilmiah lain. Padahal sebenarnya, hal itu syah dan diperbolehkan selama kita juga mencantumkan sumber atau referensi karya ilmiah tersebut sesuai kaidah yang berlaku. Hal ini seringkali menjadi penghambat seseorang dalam menyelesaikan tugas akhir.

Valid Consulting hadir untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Dengan memberikan konseling berupa diskusi dan sharing tentang materi/konten skripsi/tesis/disertasi dan juga tentang metodologi, diharapkan dapat memberikan solusi untuk kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menyelesaikan skripsi/tesis/disertasi.

Teknik Pengumpulan Data

Ditulis November 4, 2013 oleh validconsulting
Kategori: Uncategorized

Data adalah salah satu komponen riset, artinya tanpa data tidak aka nada riset. Data akan dipakai dalam riset haruslah data yang benar, karena data yang salah akan menghasilkan informasi yang salah.

Dalam penelitian ilmiah, ada beberapa teknik pengumpulan data beserta perangkat pengumpul datanya masing-masing. Berikut adalah jenis-jenis teknik pengumpulan data.

1. Angket (Kuesioner)
Teknik yang menggunakan angket (kuesioner) adalah suatu cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan dapat bersifat terbuka, jika jawaban tidak ditentukan sebelumnya, sedangkan bersifat tertutup jika alternative-alternatif jawaban telah disediakan. Instrumen berupa lembar daftar pertanyaan dapat berupa angket (kuesioner), checklist ataupun skala.

2. Wawancara
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai, dapat juga secara tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untu dijawab pada kesempatan ini. Instrumen yang digunakan dapat berupa pedoman wawancara maupun checklist.

3. Observasi
Teknik ini menuntut adanya pengamatan dari si peneliti baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap obyek penelitiannya. Instrumen yang dipakai dapat berupa lembar pengamatan, panduan pengamatan dan lainnya.

4. Tes
Untuk mengumpulkan data yang sifatnya mengevaluasi hasil proses atau untuk mendapatkan kondisi awal sebelum proses (pre-test dan post-test), teknik ini dapat dipakai. Instrumennya dapat berupa soal-soal ujian atau soal-soal tes.

Keempat jenis teknik pengumpulan data di atas dimaksudkan untuk mengumpulkan data primer, sedangkan untuk mengumpulkan data sekunder, akan berbeda. Pada data sekunder, bentuk penyajian data biasanya telah disusun sedemikian rupa oleh pihak pertama.

Umar, Husein. 2002. Riset Pemasaran dan Perilaku. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Riset SDM oleh Konsultasi dan Bimbingan Skripsi, Tesis, Disertasi Valid Consulting

Ditulis Oktober 21, 2013 oleh validconsulting
Kategori: Uncategorized

Secara umum, riset dijalankan dengan tujuan menghasilkan informasi. Riset SDM dapat didefinisikan sebagai semua kegiatan yang melibatkan proses perancangan, pengumpulan, penganalisisan dan pelaporan informasi, dengan tujuan memperbaiki pembuatan keputusan yang berkaitan dengan pengidentifikasian, pemecahan masalah, dan penentuan peluang dalam SDM.

Beberapa poin utama yang termuat dalam pengertian riset SDM dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Terdiri atas beberapa tahap (merupakan suatu proses)
2. Hasil akhir berupa informasi
3. Ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan manajemen SDM

Riset SDM diharapkan member informasi berkualitas sebagai “kompas” pengambilan keputusan. Informasi dikatakan berkualitas jika memenuhi criteria relevan, akurat, reliabel, valid dan actual, yang berguna bagi manajemen. Relevan berarti informasi yang disediakan berhubungan dengan masalah riset SDM. AKurat menunjukkan tingkat atau derajat ketepatan informasi yang diberikan. Reliabel berarti informasi tersebut dapat diandalkan/dipercaya kebenarannya. Valid artinya informasi tersebut memiliki kekonsistenan. Aktual artinya informasi masih baru atau tidak ketinggalan zaman, sehingga masih sesuai dengan konteks waktu saat keputusan akan dibuat.

Untuk menyediakan informasi yang reliabel, riset SDM menggunakan metode yang sistematis dan objektif. Artinya, dalam riset SDM dierapkan beberapa tahap yang merupakan kesatuan logis, sehingga hasilnya dapat diterima semua pihak secara objektif. Penggunaan tahap-tahap dalam riset SDM diperlukan untuk menjamin informasi yang dihasilkan benar-benar berkualifikasi. Namun, perlu difahami bahwa tahap-tahap riset SDM tidak bersifat baku, sehingga tahapan di sini lebih sebagai kerangka yang memudahkan dan menjamin hasil riset sesuai harapan.

Tahap-tahap riset SDM adalah sebagai berikut:
1. Penentuan masalah riset
2. Penentuan disain riset
3. Metode pengumpulan data
4. Metode pengambilan sampel
5. Penulisan dan penyampaian proposal riset
6. Pengumpulan data
7. Pengeditan, pengkodean, tabulasi dan pemrosesan data
8. Aalisis dan pengintepretasian hasil riset
9. Penulisan dan penyampaian laporan akhir

Istijanto, MM., M.Com. 2006. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Gramdia Pustaka Utama.

Format-format Penelitian Sosial oleh Konsultasi Skripsi Valid Consulting

Ditulis Oktober 8, 2013 oleh validconsulting
Kategori: Uncategorized

Format penelitian dalam ilmu sosial tergantung pada permasalahan dan tujuan penelitian itu sendiri. Ada dua format penelitian sosial yang paling banyak diperbincangkan, yaitu format deskriptif dan format eksplanasi.
1. Format deskriptif
Penelitian menggunakan format deskriptif bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu. Format penelitian deskriptif dapat dilakukan pada penelitian studi kasus dan survey, sehingga ada format deskriptif studi kasus dan format deskriptif survey.
Format deskriptif studi kasus tidak memiliki cirri-ciri pemairan (menyebar di permukaan), tetapi memusatkan diri pada suatu unit tertentu dari bebagai variabel. Dari cirri yang demikian, memungkinkan studi ini dapat amat mendalam, karena itu penelitian ini bersifat mendalam dan “menusuk” sasaran penelitian.
Penelitian deskriptif studi kasus juga merupakan penelitian eksplorasi dan memainkan peranan yang amat penting dalam menciptakan hipotesis atau pemahaman orang tentang berbagai variabel sosial.
Format deskriptif survey memiliki cirri berlainan dengan studi kasus, tetapi sifatnya yang deskriptif membuat penelitian ini tidak jauh berbeda dengan studi kasus. Pada penelitian survey, cirri pemairan ditonjolkan di hampir semua pengungkapannya dank arena populasinya yang luas menyebabkan penelitian ini tidak mampu mencapai ke dalam data seperti dalam studi kasus. Ketidakmampuan ini menyebabkan survey bersifat dangkal, di permukaan dan hanya menguliti saja. Akan tetapi dengan survey memungkinkan kita menggeneralisasi suatu gejala sosial atau variabel sosial atau populasi yang lebih besar.

2. Format eksplanasi
Format eksplanasi dimaksud untuk menggambarkan suatu generalisasi atau menjelaskan hubungan satu variabel dengan variabel yang lain, karena itu penelitian eksplanasi menggunakan hipotesis dan untukmenguji hipotesis digunakan statistic inferensial. Penelitian eksplanasi dapat dilakukan melalui survey dan eksperimen.
Eksplanasi survey berlainan dengan deskriptif survey, walaupun sama-sama survey. Deskriptif survey tidak menggunakan hipotesis penelitian serta tidak mencari hubungan atau sebab akibat dari variabel. Pada eksplanasi survey, hipotesis merupakan keharusan dan bertujuan mencari hubungan sebab akibat dari variabel-variabel yang diteliti, maka penggunaan statistic inferensial merupakan keharusan pula. Kesamaan pokok dari kedua survey ini terletak pada keduanya memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang tidak mendalam.
Eksplanasi eksperimen selain memiliki sifat-sifat yang ada pada eksplanasi survey juga lebih laboratories, dalam arti bahwa eksperimen mengandung cara-cara kerja manipulasi objek penelitian sedemikian rupa sesuai dengan keperluan penelitian. Paling tidak ada dua variabel yang menjadi perhatian eksplanasi, yaitu variabel yang dimanipulasi dan variabel eksperimen. Tetapi biasanya disiapkan pula satu variabel lagi yaitu variabel kontrol.

Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Airlangga University Press.

Konseling Metodologi Penelitian oleh Konsultasi Skripsi Valid Consulting

Ditulis September 16, 2013 oleh validconsulting
Kategori: Uncategorized

Esensi kerja yang senyatanya dilakukan dari suatu kerja penelitian tidak lebih daripada mencari dan mengolah data. Pencarian dan pengolahan data ini mengacu pada tujuan penelitian. Ada dua cara utama dalam pengolahan data, yaitu pengolahan data secara kuantitatif dan secara kualitatif. Kedua analisis tersebut dikenal sebagai analisis data kuantitatif (quantitative data analysis) dan analisis data kualitatif (qualitative data analysis) atau sering disingkat analisis kualitatif (Nurgiyantoro, 2002).

Dalam suatu penelitian dibutuhkan suatu metodologi atau cara untuk melaksanakan penelitian dan mencapai tujuan penelitian yang telah ditentukan. Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Penentuan metodologi peneltian harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, kondisi data penelitian dan yang tidak kalah penting metodologi yang ditentukan harus sesuai dengan kapasitas dan kemampuan peneliti. Karena sejatinya tujuan dari metodologi penelitian adalah untuk mempermudah penelitian, bukan malah memberatkan.

Mengingat pentingnya metodologi dalam suatu penelitian, Valid Consulting memberikan porsi cukup besar untuk memberikan konseling tentang metodologi penelitian sesuai bidang keilmuan masing-masing, tentu saja dengan tidak mengabaikan konten keilmuan pada bidang tersebut.