APAKAH “ SAMPLING ERROR?”

Istilah samplin eror dapat diartikan sebagai kesalahan sampling atau kesalahan pengambilan sampel.  Dan dalam kenyataannya, setiap metode pemilihan sampel dapat dipakai tergantung pada permasalahan dan karakteristik populasi atau objek yang ditinjau.

Dipihak lain, bahkan ada yang menyatakan tingkat kesalahan penarikan sampel 5%  (Tempo, Edisi 20 – 26 Oktober 1998, pada halaman 13) berkaitan dengan “PENELITIAN Jajak Pendapat tentang Pemerintahan Habibie” yang dilakukan oleh TEMPO bekerja sama dengan Insight; dengan 499 responden di 25 kelurahan di lima wilayah DKI dari tanggal 5 – 11 Oktober 1998. Pernyataan semacam ini jelas dapat menimbulkan salah pengertian, karena sampling error tidak berkaitan dengan ukuran kuantitatif yang diobservasi atau diukur. Setiap ukuran kuantitatif atau nilai statistik hanya mempunyai dua kemungkinan, yaitu salah atau benar, dan berbeda atau tidak berbeda dengan apa yang diharapkan. Pernyataan “ kesalahan 5%” atau “kebenaran 95%” terhadap suatu nilai statistik merupakan pernyataan yang tidak patut dipakai.

Kesalahan sampling (sampling error) merupakan istilah yang mempunyai pengertian statistika teoritis. Kesalahan semacam ini tidak dapat diterjemahkan ke dalam pengertian sehari – hari karena berkaitan dengan nilai diharapkan (expected value) dan parameter populasi yang nilai atau ukurannya tidak pernah diketahui dengan menyakinkan oleh setiap peneliti. Akan tetapi, kesalahan tersebut jelas terjadi dan dapat didefinisikan atau dinyatakan secara teoritis.

Berkaitan dengan sampling error, Kish (1965, p. 506)  menyatakan “Ordinarily, samplin error account f or most of the veriable errors of a survey and biases arise shiefly from non sampling sources”. Selanjutnya, Kish menyajikan hubungan antara sampling error dengan bias memakai nilai harapan dalam bentuk sebagai berikut :

E[Tn – µ]2 = E[Tn – E(Tn)2] + E [E(Tn) – µ]2

Dimana nilai harapannya E(…) dihitung berdasarkan distribusi semua nilai yang mungkin dari estimatir atau stetistik Tn. Rumus ini jelas menunjukkan bahwa samplig error tidak berkaitan dengan sebuah data sampel tertentu, karena E(…) didefinisikan untuk suatu ruang sampel.

Referensi :

Agung. I Gusti Ngurah, 2003, Statistika Penerapan Metode Analisis Untuk Tabulasi Sempurna dan Tak Sempurna, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada.

 

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: