Survey – Keuntungan dan Kerugian

Kamus Webster mendefinisikan survey sebagai “the action of ascertaining facts regarding conditions or the condition of something to provide exact information especially to persons responsible or interested” dan sebagai “a systematic collection and analysis of data on some aspects of an area or group”.

Survey dapat dibagi ke dalam dua kategori umum, menurut keluasan cakupan atau extensiveness-nya. Survey yang lengkap disebut sensus. Ini melibatkan seluruh anggota kelompok-selanjutnya dsebut populasi total-sehingga fenomena yang dialami para anggota kelompok memunculkan pertanyaan dan ketertarikan. Kategori lain yang nampaknya sudah cukup familiar adalah sebuah survey yang memakai sampel. Sampel sendiri adalah suatu bagian representative atau yang mewakili keseluruhan kelompok (universe).

Satu dari berbagai keputusan yang dibuat manakala melakukan survey adalah apakah memerlukan sampel atau tidak. Tiga pertimbangan paling penting bagi seorang surveyor adalah kecepatan, biaya rendah dan makin bertambahnya akurasi serta ketajaman analisis data. Dengan melakukan sampling hanya pada porsi kecil dari populasi yang memang besar, dimungkinkan mengumpulkan data dalam waktu relative pendek, pemrosesan data dan analisis data pun menempuh waktu lebih pendek. Namun bagaimanapun, kecepatan menjadi soal paling utama untuk memberikan pijakan keyakinan bahwa data benar-benar segar dan tidak kadaluarsa, terutama tatkala data itu diambil dari opini public dalam area yang cepat menguap, rawan atau panas.

Sampling memungkinkan kita melakukan pekerjaan secara andal, dengan modal lebih sedikit dan waktu lebih singkat. Sampling juga memungkinkan surveyor memberikan lebih banyak perhatian pada data sebagai kompensasi dari setiap keuntungan yang diterima sehingga lebih dapat memastikan apakah data yang diperoleh adalah data akurat.

Kerugian utama dari sampling terletak pada risio di hulu proses, kekurangan dalam keterwakilan dan ketidakcukupan dalam besaran sampel yang masing-masing menyebabkan galat.

Persoalan terakhir dalam sampling adalah menentukan jumlah sampel. Jumlah sampel yang diperlukan untuk memperoleh hasil survey yang sahih bergantung pada banyak variabel termasuk risiko bahwa anda akan melakukan penerimaan atas karakteristik populasi itu sendiri secara tanpa syarat. Persoalan sampling menjadi sangat pelik, atau mempersyaratkan jumlah sampel yang besar, solusi yang termudah ialah melakukan survey pada keseluruhan populasi.

Referensi:
Suhardono, Dr. Edy. 2001. Refleksi Metodologi Riset: Panorama Survey. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: