Alam Sadar, Bawah Sadar dan Alam Pra-Sadar (Sigmud Freud)

Alam sadar adalah apa yang anda sadari pada saat-saat tertentu,pengindraan langsung, ingatan, pemikiran, fantasi, perasaan yang anda miliki. Terkait erat dengan alam sadar ini adalah apa yang dinamakan Freud dengan alam pra-sadar, yaitu apa yang kita sebut saat ini dengan “kenangan yang sudah tersedia” (available memory), yaitu segala sesuatu yang dengan mudah dapat dipanggil kea lam sadar, kenanga-kenangan yang walaupun tidak anda ingat waktu berpikir, tapi dapat dengan mudah dipanggil lagi. Tidak ada masalah yang muncul dari dua lapisan ini. Namun, Freud mengatakan bahwa keduanya adalah bagian terkecil dari pikiran.
Adapun bagian terbesarnya adalah alam bawah sadar (unconscious mind). Bagian ini mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa kea lam sadar, termasuk segala sesuatu yang memang asalnya alam bawah sadar, seperti nafsu dan insting kita serta segala sesuatu yang masuk ke situ karena kita tidak mampu menjangkaunya, seperti kenangan atau emosi-emosi yang terkait dengan trauma.
Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, daya-daya neurotic, atau motif yang mendorong seorang seniman atau ilmuwan berkarya. Namun anehnya, kita sering terdorong untuk mengingkari atau menghalangi seluruh bentuk motif ini naik kea lam sadar. Oleh karena itu, motif-motif itu kita kenali dalam wujud samar-samar.
Konsep Freud tentang alam bawah sadar ini sering didera kritik. Namun, kita tidak akan mempermasalahkan bahwa alam bawah sadar memang dapat menjelaskan sebagian perilaku kita, namun persoalannya adalah seperti apakah dan berapa luaskah alam bawah sadar ini?
Kalangan behavioris, humanis dan eksistensialis percaya bahwa (a) dorongan-dorongan dan persoalan-persoalan yang dkaitkan dengan alam bawah sadar ternyata lebih sedikit dari perkiraan Freud dan (b) bahwa alam bawah sadar ternyata tidak serumit dan sekompleks yang dibayangkan Freud. Sebagian psikolog masa kini mengartikan alam bawah sadar dengan apapun yang tidak perlu atau tidak ingin kita lihat. Bahkan ada pula teoretikus yang tidak memakai konsep alam bawah sadar sama sekali.
Namun ada satu teoretikus, Carl Jung, yang begitu memanfaatkan alam bawah sadar dalam teorinya, sehingga jasa Freud terlihat sangat besar dalam pemikirannya.

Zaviera, Ferdinand. 2008. Teori Kepribadian: Sigmund Freud. Yogyakarta: Primasophie.

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: