Psikologi: Sebuah Ilmu Tentang Kejiawaan Manusia

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche= jiwa dan logos= kata) dalam arti bebas adalah ilmu yang mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi ekspresi dari jiwa/mental tersebut, yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
Psikologi kontemporer diawali pada abad ke-19, di mana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:
1. Psikologi Fakultas
Psikologi fakultas adalah doktrin abad ke-19 tentang adanya kekuatan mental bawaan. Menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa fakultas yang meliputi: berpikir, merasa dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas: kita mengingat melalui subfakultas memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer dan sebagainya.
2. Psikologi Asosiasi
Bagian dari psikologi kontemporer abad ke-19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah ‘asosiasi ide’, di man aide masuk melalui alat indra dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras dan kedekatan.

Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara berbeda-beda dan dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan Neurobiologis
Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan system syaraf. Pendekatan neurobiologist berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi di dalam tubuh serta menentukan proses neurobiology yang mendasari perilaku dan proses mental.
2. Pendekatan Perilaku
Tingkah laku pada dasarnya adalah respon atau stimulus yang datang. Ini berarti, tingkah laku itu seperti reflex tanpa kerja mental sama sekali.
3. Pendekatan Kognitif
Tingkah laku adalah proses mental, di mana individu aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
4. Pendekatan Psikoanalisis
Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
5. Pendekatan Fenomenologi
Tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Zaviera, Ferdinand. 2008. Teori Kepribadian: Sigmund Freud. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group.

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: