Perspekstif, Teori dan Metode Penelitian

Perspektif adalah suatu kerangka konseptual, suatu perangkat asumsi, nilai atau gagasan yang mempengaruhi persepsi kita, dan pada gilirannya mempengaruhi cara kita bertindak dalam suatu situasi. Oleh karena itu, tidak ada seorang ilmuwan yang berhak mengklaim, bahwa perspektifnya yang benar atau sah, sedangkan perspektif lainnya salah. Seperti dikemukakan Tucker et al., oleh karena suatu paradigm adalah suatu pandangan dunia dalam memandang segala sesuatu, paradigm mempengaruhi padangan kita mengenai fenomena, yakni teori. Teori digunakan oleh peneliti untuk menjustifikasi dan memandu penelitian mereka. Mereka juga membandingkan hasil penelitian berdasarkan teori itu untuk lebih jauh mengembangkan dan menegaskan teori tersebut. Tingkat perkembangan teoritis suatu bidang akademik merupakan indeks kecanggihan dan kematangan disiplin tersebut. Merujuk pada Kuhn, Tucker et al., mengatakan bahwa disiplin yang belum matang ditandai dengan persaingan di antara paradigm-paradigma, kurangnya khasanah teori yang terintegrasi dan pengumpulan fakta yang bersifat acak. Namuh pendapat Kuhn mungkin hanya cocok untuk ilmu-ilmu alam dan eksakta. Bagi sebagian ilmuwan sosial, keistimewaan ilmu sosial, justru keanekaragaman perspektifnya.
Dalam bidang keilmuan, perspektif akan mempengaruhi definisi, model atau teori kita yang pada gilirannya mempengaruhi cara kita melakukan penelitian. Perspektif tersebut menjelaskan asumsi-asumsinya yang spesifik mengenai bagaimana penelitian harus dilakukan dalam bidang yang bersangkutan. Perspektif menentukan apa yang dianggap fenomena yang relevan bagi penelitian dan metode yang sesuai untuk menemukan hubungan di antara fenomena, yang kelak disebut teori.
Oleh karena tidak adanya paradigm, model dan sudut pandang yang diterima secara universal, semua interpretasi yang beranekaragam dan sering tidak konsisten itu sama-sama absah. Keragaman paradigma berguna karena hal itu memberikan berbagai perspektif mengenai fenomena yang sama. Agar metode itu disebut ilmiah, kita harus dapat memahami apa yang kita lakukan dan bagaimana kesimpulan yang kita peroleh. Berdasarkan criteria ini, hampir semua metode bersifat ilmiah bila peneliti dapat mempertahankan pengamatan dan hasilnya secara sistematis dan teratur karena ada kejelasan dari panduan yang ada, antara lain memperhatikan tingkat kepercayaan data dan tafsiran, serta keterbukaan terhadap kritik dari public.
Dalam usaha mengamati dan menafsirkan pola-pola perilaku manusia, ilmuwan sosial menjadikan perilaku manusia sebagai objek studi mereka. Untuk memahami perilaku manusia, ilmuwan sosial itu harus mengamatinya. Bila pola-pola perilaku itu memang eksis, maka pengamatan harus seobjektif mungkin, dalam arti dapat dilakukan oleh siapapun, dengan hasil pengamatan yang juga sama. Dengan kata lain, ilmuwan sosial harus menetapkan konsesus mengenai apa yang diamati. Sekali fenomena perilaku itu diamati secara akurat, fenomena itu harus dijelaskan dan ditafsirkan. Penafsiran mungkin menjadi rumit mengingat objek pengamatan adalah manusia itu sendiri, makhluk yang aktif dan mengetahui. Apakah penjelasan “ilmiah” mengenai perilaku manusia bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan pengetahuan “humanistik” orang yang diamati?. Ini merupakan isu filosofis ilmu sosial. Pertanyaan ini telah membangkitkan banyak minat dan perdebatan di kalangan peminat ilmu-ilmu sosial. Dulu, mayoritas ilmuwan percaya bahwa metode ilmiah memadai untukmengungkapkan misteri pengalaman manusia. Kini, banyak ilmuwan menyadari bahwa meskipun metode ilmiah tetap penting dalam studi mereka, respons subjektif individu harus juga dipertimbangkan untuk memahami bagaimana mereka berpikir dan menilai.

Mulyana, DR. Deddy, M.A. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: