Simple Random Sampling

Simple random sampling adalah suatu sampling di mana setiap anggota dalam populasi total mendapatkan kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Simple random sampling ini hendaknya digunakan pada populasi yang homogen, dalam arti bahwa sampel itu terdiri dari anggota-anggota yang kesemuanya memiliki atribut yang sama dengan populasi yang menarik bagi anda untuk mengukurnya. Homogenitas dapat ditentukan dengan pertanyaan: “Apakah karakteristik umum yang menarik?”. Hal ini boleh jadi dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik seperti usia, jenis kelamin, ranking, posisi, pendapatan, afiliasi keagamaan atau politik dan sebagainya, bergantung pada sejauh mana anda tertarik untuk melakukan pengukuran.
Cara terbaik untuk melakukan simple random sampling adalah dengan menggunakan tabel bilangan random. Cara lain, anda menandai masing-masing angka dari populasi dengan tanda yang unik (atau barangkali menggunakan angka ang sudah ditandai sebagai nomor telepon, kode kota, dsb). Anggota-anggota dari populasi yang dipilih sebagai sampel identik dengan angka-angka yang diekstrak dari tabel bilangan random dalam urut-urutan hingga angka yang diminta terpenuhi.
Simple random sampling kurang mensyaratkan pemahaman tentang populasi kecuali hanya sebuah teknik, tapi hal ini memiliki dua konsekuensi. Pertama, jika populasinya besar, akan tersita banyak waktu untuk mendaftar dan menomori anggota yang akan dijadikan sampel. Kedua adalah fakta bahwa sampel simple random tidak akan secara memadai dalam menggambarkan banyak atribut anggota sampel, kecuali bila sampel itu besar. Dengan demikian, jika anda tertarik memilih sampel yang anda anggap representative hanya dengan dasar distribusi populasi jender, usia dan status penghasilan, suatu sampel simple random harus diambil dari jumlah yang sangat besar untuk meyakinkan bahwa semua distribusi sudah ekuivalen dari populasi.
Untuk menentukan apakah metode sampling yang anda gunakan harus random atau tidak, ingatlah bahwa metode sampling yang sebenarnya harus memenuhi dua criteria:
1. Setiap anggota populasi harus punya kesempatan yang sama untuk dipilih
2. Seleksi dari setiap anggota populasi harus tidak mempengaruhi seleksi terhadap anggota lain.

Suhardono, Dr. Edy. 2001. Refleksi Metodologi Riset: Panorama Survey. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: