Stratified Random Sampling

Metode ini digunakan tatkala populasinya lebih heterogen ketimbang homogen. Populasi yang heterogen dikomposisikan dari unsure-unsur yang tidak sama, seperti pejabat dengan jenjang yang berbeda-beda, personel sipil dan militer atau perbedaan gender dan usia. Suatu sampel stratified random didefinisikan sebagai kombinasi dari sampel lepas (independen) yang dipilih berdasarkan proporsi kelompok-kelompok homogen dalam populasi heterogen sebelumnya. Prosedur ini untuk mengkategorikan populasi heterogen ke dalam kelompok-kelompok yang homogen antar anggota dalam dirinya. Jika suatu kelompok secara proporsional lebih besar ketimbang kelompok lainnya, maka besaran sampelnya hendaknya secara proporsional juga lebih besar.
Setelah membagi populasi ke dalam kelompok-kelompok, baru kemudian diambil sampel pada setiap kelompok yang homogen itu. Teknik sampling yang berbeda dapat digunakan pada setiap kelompok yang berbeda. Hendaknya anda menghitung statistic sampel dari setiap kelompok untuk menentukan seberapa banyak anggota yang anda perlukan dalam setiap sub kelompok.
Sebagai contoh, kita tarik suatu sampel random dari populasi personil militer untuk mengungkap beberapa isu. Kita tahu, populasi yang akan kita tarik sampelnya heterogen, sehingga kita harus membuat sub kelompok yang homogen sebagai berikut:
1. Non pejabat, laki-laki
2. Non pejabat, perempuan
3. Pejabat, laki-laki
4. Pejabat, perempuan

Mari kita asumsikan populasi personil militer yang tersebar sebagai berikut: 70% laki-laki, 30% perempuan dan 65% non pejabat, 35% pejabat. Dengan demikian, kita dapat menentukan proporsi dari empat sub kelompok yang homogen tersebut dalam populasi sebagai berikut:
1. Non pejabat, laki-laki : 0,65 x 0,70 = 0,455
2. Non pejabat, perempuan : 0,65 x 0,30 = 0,195
3. Pejabat, laki-laki : 0,35 x 0,70 = 0,245
4. Pejabat, perempuan : 0,35 x 0,30 = 0,105

Jadi, sampel yang representative dari personil militer tadi (menurut gender dan jabatan) akan terkomposisi dari 45,5% non pejabat laki-laki, 19,5% non pejabat perempuan, 24,5% pejabat laki-laki dan 10,5% pejabat perempuan. Setiap prosentase kemudian dikalikan dengan besaran sampel total yang diperlukan untuk memperoleh jumlah personil yang sebenarnya yang dipersyaratkan untuk setiap sub kelompok.

Suhardono, Dr. Edy. 2001. Refleksi Metodologi Riset: Panorama Survey. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: